Hadapi Pilwalkot Tegal Tahun 2013
GUNA menggalang dukungan, dalam
Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Tegal, tanggal 27
Oktober 2013. Salah satu bakal calon (balon) walkot, yang diusung Partai Golkar, Drs HM Nursholeh MMPd, atau sering dipanggil Kang Nursholeh, meresmikan Rumah Aspirasi, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo
Nomor 210 RT 01 RW IV Kecamatan Margadana, Kota Tegal.
Pendirian tempat itu, dipelopori tim relawan berasal dari kelompok
muda. Terdiri dari kader PKB, Hanura, PAN, PKS dan sebagainya. Disamping kader parpol lain yang merasa
individual, simpatik pada Kang Nursholeh, agar mengusung jadi wali kota dalam pilwalkot mendatang.
Disamping itu, peresmian Rumah Aspirasi dihadiri pengurus DPD Partai Golkar Kota Tegal, Pimpinan Kecamatan (PK), Pimpinan Kelurahan (Pimkel), kelompok kader militan tingkat RW maupun RT, tim eksternal pemenangan Kang Nursholeh. Selain tim keluarga yang terbentuk dan dideklarasikan.
Bahkan Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar setempat, H Yakin Basuki, datang langsung serta memberikan sambutan, guna membakar semangat dalam peresmian tempat tersebut. Tak ketinggalan pengurus PPP, Partai NasDem, PKPI, PKS, dan PBB.
Menurut Ketua DPD Partai Golkar, yang juga balon wali kota, Drs HM Nursholeh MMPd, Rumah Aspirasi
murni gagasan tim relawan. Kehadiran struktur Partai Golkar diundang, dan dirinya diminta meresmikannya. “Ke depan juga akan dibentuk di Kecamatan Tegal Timur, Tegal Selatan, dan Tegal Barat. Begitu pula dengan tim
internal Partai Golkar, bakal mendirikan Rumah Aspirasi atau posko setiap kecamatan. Tugas masing-masing berbeda, internal Partai Golkar menjalankan mesin partai dengan maksimal. Tim relawan maupun eksternal, bertugas memobilisasi massa di luar kader atau simpatisan,” imbuhnya.
Dia menambahkan, semangat pembentukan Rumah Aspirasi, dimotori tim relawan Margadana, Tarwanto memang luar biasa. Dengan keterbatasan yang ada, akhirnya dapat diresmikan. Tujuan utamanya sebagai lokasi untuk menampung aspirasi, keluhan, aduan, dan masukan dari Kecamatan Margadana, maupun masyarakat Kota Tegal pada umumnya.
“Kami memiliki tim internal melalui struktural. Mulai tingkat kota, kecamatan, kelurahan, dan kalompok kader tingkat RW serta RT, guna menggerakkan mesin partai. Tim eksternal di bawah komando Suprianto SPdI, membentuk koordinator tingkat kota, kelurahan, tingkat RW dan RT, berjumlah 1.350 personil, mempunyai tugas menggerakkan massa di luar Partai Golkar,” tutur Nursholeh.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, selain internal, tim eksternal atau relawan. Pihaknya mempunyai tim saudara, keluarga besar Drs HM Nursholeh, terdiri dari mantan kepala desa se-Kecamatan Tegal Selatan maupun tokoh masyarakat, dipimpin mantan kepala desa Debong Tengah, Harsono.
“Kami memiliki program kerja namun bukan janji. Kalau pada Pilwalkot Tegal terpilih jadi wali kota
periode 2014 – 2018. Antara lain pelayanan prima mulai tingkat kota sampai kelurahan,
pendidikan murah, peningkatkan kesejahteraan
guru swasta, guru mengaji, lebe, serta memberikan kesejahteraan pada penjaga makam. “Saya akan mengabdi demi kepentingan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bila dipercaya jadi wali kota. Karena itu, kami mengajak parpol
bergabung atau berkoalisi.”
Di hadapan ratusan tim internal, eksternal, dan relawan, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar, H Yakin Basuki, mengharapkan perubahan kepemimpinan yang lebih mengayomi dan menyejahterakan masyarakat. Pihaknya yakin Kang Nursholeh sanggup mewujudkannya. Melihat latar belakang yang agamis, jujur, dan amanah. Sehingga tidak perlu diragukan, untuk mewujudkan semua itu. “Dengan bersatu, kami yakin apa yang dicita-citakan, dan diharapkan bakal terwujud. Sehingga momen ini sangat penting, menyatukan kita menghadapi pilwalkot,” paparnya. (m saekhun)